My Version Of FOR ONE MORE DAY

September 15th, 2008 by dibot

“Tapi tanyakan pada dirimu sendiri: Pernahkah kau kehilangan seseorang yang kausayangi dan kau ingin bisa bercakap-cakap dengannya sekali lagi, mendapatkan satu lagi kesempatan untuk menggantikan waktu-waktu ketika kau menganggap mereka akan selalu ada selamanya? Jika pernah, maka kau pasti tahu bahwa seberapa banyak pun kau mengumpulkan hari-hari sepanjang hidupmu, semuanya takkan cukup untuk menggantikan satu hari itu, satu hari yang ingin sekali bisa kaumiliki lagi.”
-For One More Day ~ Mitch Albom-

Tarik nafas panjang, sebelum ngetik… yang penting nahan mata jangan sampai berkaca-kaca, apalagi sampai nangis.

Yang pasti dilakukan mama adalah marah-marah padaku, terutama melihat aku yang masih aja tergeletak di depan komputer.

Dulu mungkin akan ku berikan kata-kata sangahan atas semua amarahnya, tapi kini aku ingin diam saja, mendengarkan memeluk dan akhirnya mencium kedua pipinya, sambil kembali berucap berulang-ulang…”Ma… aku minta maaf…”

Ya… seperti yang aku ucapkan saat aku terakhir disisinya… dua tahun yang lalu.

Akan mulai kubawa dia keliling rumah kami, yang dulu pernah mama bantu menata, ku perlihatkan hasil kami menata dan menghiasnya setelah kepergiannya. Tapi yang pasti aku akan sekali lagi meminta maaf padanya… karena seperti biasanya rumah terlihat berantakan dan berdebu… hihihi…”Maaf Ma… kami jarang nyapu apalagi ngepel… maklum jarang ada tamu”

Lalu akan kuceritakan pengalamanku berumahtangga, hal-hal indah dan hal-hal yang tidak indah dalam hidup kami berdua. Pasti mama akan tercengang dan tentu saja akan banyak lagi nasehat-nasehat keluar dari mulutnya.

Lalu akan kuceritakan bagaimana kami mengurus dapur kami, karena aku tau salah satu penyesalan mama adalah karena belum sempat mengajar memasak kepada Della, akan kuminta mama menuliskan semua resep masakan kesukaanku dulu terutama resep Spagheti andalannya. dan akan kan ku simpan catatan itu dengan baik.

Lalu kita nonton film ya Ma… suatu hal yang jarang engkau lalukan… dan kali ini aku tidak akan lagi memprotes pertanyaan- pertanyaan yang sering mama lontarkan selama nonton film. Dan lagi-lagi mama akan memarahiku yang sudah terlalu banyak mengkoleksi DVD… hihihi…

Kalau petang sudah menjelang, enaknya sih kita pergi cari jajanan, aaah… mama pasti kangen ama pempek di Kelapa Gading, akan ku pesankan apapun yang mama mau… minumnya tentu seperti biasanya es kacang merah.

Malam menjelang aku hanya mau bersimpuh dikakinya mendengar banyak lagi cerita dari mama, menerima omelan & nasehat mama, aku akan mendengarkan dan menerima apapun yang mama katakan sampai akhirnya aku tertidur di dekatmu dan tanganmu membelai rambutku dan mama cium keningku… untuk yang terakhir kali sebelum mama pergi lagi untuk selamanya.

“Dan tanpa kusadari, aku mulai kehilangan arah, seakan-akan akarku dicabut keluar, aku seperti mengambang mengikuti arus air di tepi sungai. Para ibu membangun ilusi tertentu tentang anak-anaknya, dan salah satu ilusiku adalah aku menyukai diriku sendiri, karena ibuku menyukaiku. Ketika dia meninggal, pemikiran itu ikut menghilang.”
-For One More Day ~ Mitch Albom-

Inspired by “For One More Day” by Mitch Albom dan tulisan Istriku.

2 tahun telah berlalu…

Postingan awal : http://dibot.multiply.com/journal/item/462/

Why The World Doesn’t Need Superman By : Lois Lane

June 13th, 2006 by dibot

For five long years, the world has stared into the sky, waiting, hoping and praying for his return. We have spent our days asking where he went, debating why he left, and wondering if he’s even alive.

People have always longed for gods, messiahs, and saviors to swoop down from the sky and deliver them from their troubles. But in the end, these saviors always leave, and we are faced with same troubles that were there from the beginning.

So instead of facing them ourselves, we wait for the the savior to return. But the savior never does, and we realize it was better he had never come at all.

(excerpt form SUPERMAN RETURNS : THE NOVEL by Marv Wolfman)
Anticipating for the returns of SUPERMAN in theater 30th June 2006

Sudahkah…

June 4th, 2006 by dibot

Sudahkah kamu buka jendela kamar kamu hari ini…

masihkah ada matahari diluar sana?

Sudahkah kamu hirup udara pagi ini…

masihkah tetap jiwamu didalam ragamu?

Sudahkah kamu bersyukur bahwa Tuhan telah memberimu satu hari lagi untuk kamu arungi dan nikmati dalam kehidupan yang hanya sekali ini…

Dan jika saja kamu menganggap semua ini hanya mimpi belaka…

Tetaplah bersyukur karena Tuhan telah memberimu mimpi yang indah kemarin malam.

— To the less unfortunate

Superman…(Part #1 of many)

December 8th, 2005 by dibot

Manusia itu lemah, tidak percaya diri dan pengecut…

Setuju dengan pendapat diatas??

Tapi seperti itulah yang menjadi pandangan seorang KAL-EL putra terakhir dari planet Krypton yang bagi dunia dikenal sebagai SUPERMAN

Tidak seperti superhero yang lain, CLARK KENT adalah samaran dan kostum yang sempurna bagi dirinya…

Ia tidak seperti BATMAN, GREEN ARROW, SPIDER-MAN atau DAREDEVIL yang harus mengenakan kostum dulu untuk menjadi superhero

KAL-EL adalah SUPERMAN, ia dilahirkan sebagai SUPERMAN…keterasingannya dia ke Bumi dan karena pengaruh matahari kuning tata surya kitalah yang membuatnya bisa berbuat  sebagai SUPERMAN (faster than the speeding bullet, more powerfull than a locomotive and able to leap tall building in a single bouce)

Kostum (blue, red and yellow) yang ia gunakan berasal dari peradaban Krypton (well at least it was his blanket that he used as his cape), lambang S yang di sandang adalah lambang keluarganya (House Of El), sedangkan CLARK KENT dengan sikap lemah, tidak percaya diri dan pengecut adalah kostum yang digunakan untuknya selama menjalani masa terasingnya dia di Bumi

tulisan ini diinspirasikan dari satu adegan / dialog dari film Kill Bill 2 :

"An essential characteristic of the superhero mythology is, there’s the superhero, and there’s the alter ego. Batman is actually Bruce Wayne, Spider-Man is actually Peter Parker. When he wakes up in the morning, he’s Peter Parker. He has to put on a costume to become Spider-Man. And it is in that characteristic that Superman stands alone. Superman did not become Superman, Superman was born Superman. When Superman wakes up in the morning, he’s Superman. His alter ego is Clark Kent. His outfit with the big red "S", that’s the blanket he was wrapped in as a baby when the Kents  found him. Those are his clothes. What Kent wears, the glasses, the business suit, that’s the costume. That’s the costume Superman wears to blend in with us. Clark Kent is how Superman views us. And what are the characteristics of Clark  Kent ? He’s weak, he’s unsure of himself… he’s a coward. Clark Kentis Superman’s critique on the whole human race. Sort of like Beatrix Kiddo and Mrs. Tommy Plympton."

Lalu apa yang membuat salah satu ia mau menjalani hidup seperti itu…

Disaat ia mempunyai seluruh kekuatan untuk menjadi penguasa dan kaisar seluruh dunia, ia malah mau mempermalukan diri menjadi manusia yang lemah, tidak percaya diri dan pengecut tapi disaat yang dibutuhkan ia baru mau menjadi dirinya sendiri menolong umat manusia (for truth, justice and the american way)

The answer to that is simple, FAMILY…

-Bersambung…nanti yah…-

To meet and to fall in love…

December 8th, 2005 by dibot
"Meeting you was fate, becoming your friend was a choice, falling in love with you was beyond my control…"
Walau terkadang hidup serasa tidak berpihak padaku, dan terkadang terasa bahwa dunia sedang berputar dengan meninggalkanku jauh dibelakang
Bertemu dengan sosok dirimu adalah salah satu hal yang terbaik yang pernah kehidupan tunjukkan kepadaku
Tidak ada harapan bahwa cinta akan ikut serta pada saat kita bertemu
Pada awalnya aku hanyalah ingin mengenalmu lebih baik lebih dekat tidak kurang tidak lebih
Well…cinta dan takdir…jika sudah bertemu dan berulah…tidak akan ada yang dapat menghentikannya
Kini aku cuma bisa bersyukur jalan kehidupanku sudah mempertemukan kita…
It was beyond my control…i just can’t help it…
I’ll be a living fool if i’m not fall in love with you…
Tak kan ada sedetik pun berlalu tanpa diriku slalu bersyukur kau telah hadir di hidupku
Maka jangan heran jika aku sering terdiam dan memandangimu jika kau ada disampingku…

…Ku berlutut dan menghaturkan maaf kepadamu…Yaa Tuhan…

November 10th, 2005 by dibot
 

Pernah aku mempertanyakan kepada Tuhan…tentang Cinta….

"Apakah ada yg namanya cinta yg telah digariskan oleh Mu ?
Jika ada dan sudah menjadi kuasaMu, kapan ia hadir di hatiku ?

Mengapa Kau mempermainkanku dengan kejadian-kejadian lalu yang terus membuatku makin tak mempercayai cinta ?"

Mohon Maaf ya Tuhan
Kalau ternyata anggapan ku salah…
Kalau ternyata kejadian-kejadian lalu itu hanyalah cobaan Mu…kepadaku sebelum aku menemukan dirinya

Sekali lagi maaf ya Tuhan
Jika memang dia yang sudah Kau gariskan untuk menemaniku untuk sisa hidupku…maka wujudkanlah…

Jadikan dia hal yang terbaik yang pernah hadir dalam hidup ini
Jadikan dia berpengaruh dalam diriku sehingga aku makin baik dalam segala hal
Cuma harap dan doa yang bisa ku panjatkan agar yang ini bukan cuma hiburan sekilas dalam lembar kehidupanku….

Tuhan
Cinta terlalu indah, sakral dan suci untuk dijadikan alasan untuk menguji kesungguhan hatiku
Jangan lagi…Kau buat cinta menghilang dari hariku, hatiku dan jiwaku

Semoga…semoga…semoga…
…Dia lah orangnya…

Tak habis rasa berterimakasih dan ku selalu bersyukur…

Kau telah pertemukan kami…

PS. "Tuhan, aku tidak ingin menjadi orang paling bahagia di seluruh dunia, maka dari itu tolong Kau
sebarkan anugerah cinta ini pada teman, sahabat, keluarga, musuh dan
seluruh umat manusia lain…agar mereka bisa merasakan yang aku
rasakan…"

Thanks you…

October 10th, 2005 by dibot

for being you,
for being true about yourself,
for being acceptance to me,
for looking gorgeous,

and thank you for being there,

And I thanks you GOD

for making our plan worked
for making the evening perfect
for the rain…

ps. I do like your shirt…and your smile

…MAAF…

October 4th, 2005 by dibot

satu kata akan pasti terdengar di awal dan akhir Ramadhan…

MAAF…

seberapa berat sih manusia mengucapkan maaf ?
karena mulut gampang berujar tapi hati terkadang masih tertutup

situasi dimana satu orang bisa memaafkan orang lain yang telah menyakitinya…
adalah tingkatan dimana manusia baru bisa merasa menjadi manusia

siap jadi manusia lagi ?
sanggup ?
berani ?

OOT: HORE RAMADHAN LAGI…!!!!

Percakapan CINTA dan KASIH SAYANG

September 14th, 2005 by dibot

Hari itu langit cerah dan bunga mekar indah berwarna-warni, Dibawah pohon Kedamaian, Kasih Sayang betanya kepada Cinta

Kasih Sayang : "Kenapa kau tidak pernah hadir ketika ku datang di hati manusia ?"

Cinta : "Karena hanya manusia terpilih saja yang berhak atas kehadiran kita secara bersamaan"

Kasih Sayang : "Mengapa demikin, bukan kah seharusnya kita selalu hadir seiring sejalan ?"

Cinta : "Aku bisa hadir karena banyak hal…sedangkan jika hati sang manusia belum bisa menerima kehadiranku dengan setulus hati, maka ia tidak berhak atas kehadiran mu?"

Kasih Sayang : "Lalu bagaimana manusia bisa menerima kehadiranmu dengan setulus hatinya ?"

Cinta : "Aku bisa hadir bagai angin, bisa berhembus, bisa saja bertiup kencang"

Cinta : "Aku bisa hadir bagai air, bisa diam penuh ketenangan, bisa saja bergerak menghanyutkan"

Cinta : "Aku bisa hadir bagai api, bisa menghangatkan, bisa saja membakar"

Cinta : "Aku bisa hadir bagai tanah, bisa tak berbentuk, bisa saja terbentuk"

Kasih Sayang : "Aku bertanya…bagaimana manusia bisa menerimu dengan setulus hatinya, bukan bertanya tentang cara kau hadir ?"

Cinta : "Jika manusia merasakan hembusanku, membiarkanku diam mengisi hatinya dengan ketenangan dan kehangatan sampai akhirnya hatinya terbuka dan membentuk keindahan di jiwa, tanpa tipu daya, tanpa kebohongan, tanpa alasan, tanpa kesedihan dan tanpa noda"

Kasih Sayang : "Lalu…"

Cinta : "Lalu disaat itulah kau bisa hadir, kita bisa bersatu bagaikan gelombang samudra yang menyapu tepian pantai..bagaikan sinar matahari yang menyinari bumi"

Kasih Sayang : "Aku setuju…"

Cinta : "Tapi sekarang pergilah kau dari hadapanku..karena hanya pada saat tertentu saja dan hanya pada orang-orang pilihan saja kau baru bisa hadir menyusul kehadiranku.

Dan mereka pun berpisah…

Tapi berpisahan itu tak akan lama karena cepat atau lambat, selalu akan ada anak-anak manusia yang jatuh cinta…..

And The Oscar Goes To…

September 14th, 2005 by dibot

Aktor/Aktris terbaik kalau di Amerika, dihargai dengan penghargaan yang dikenal dengan nama OSCAR, seperti halnya di Indonesia, setelah lama terkubur piala CITRA tahun lalu kembali dibangkitkan.

Aktor/Aktris terbaik adalah Aktor/Aktris yang berhasil memenuhi tuntutan cerita dari skenario yang mereka terima.

Seperti saat Robert De Niro, dia sukses memerakan petinju Jake La Motta (Raging Bull) dengan menurukan berat badannya dan kebalikkannya dia menaikkan berat badannya saat memerankan boss gangster Al Capone (Untoucables, The).

Atau saat Johnny Depp memerankan Captain Jack Sparrow, totallitasnya melambungkan namanya lagi.

Well, enough about them…’coz this blog it’s about ME…

Dua bulan telah berlalu saat skenario yg mengharuskan gue berperan sebagai Staff Bagian IT diberikan, gue masih mencoba menjadi aktor yang berusaha memberikan totalitas dalam peran gue sebagai Staff IT, orang yang mengerti IT dan segala tetek-bengeknya.

Insya Allah…

dengan dukungan kalian semua, semoga gue berhasil
…menjalani peran ini,
…memberika totalitas dalam peran ini, …menjadi aktor terbaik,
…tetap menjaga agar skenario yang diberikan tetap berjalan sebagaimana mestinya

Ketika suatu perkerjaan menjadi sebuah skenario drama kehidupan… Manusia pekerja menjadi aktor dalam peranannya… Hanya totalitasnya sebagai anak manusialah yang bisa memberika hasil yang terbaik… Sesuai dengan skenario yang diberikan dan diharapkan…
Sampai pada akhirnya membutikkan ia bisa mencetak hits Box Office atas segala usaha yg dia berikan Dan dunia mengakuinya dengan memberikan penghargaan…

And the Oscar from the best performance by male actor in life….goes to…

…ME…